Sisa-sisa kerusuhan di Myanmar Maret lalu (Foto: AFP)
Sisa-sisa kerusuhan di Myanmar Maret lalu (Foto: AFP)

OKKAN – Aksi kekerasan kembali dialami oleh umat Muslim Myanmar. Beberapa warga memberikan kesaksian bahwa massa yang datang untuk melakukan aksi kekerasan, sengaja bermaksud untuk menghancurkan tempat ibadah dan rumah mereka.

Kerusuhan ini terjadi di Kota Okkan yang jaraknya tidak jauh dari Yangon. Menurut seorang warga Okkan, Hla Myint, warga sebenarnya sudah melakukan patroli keamanan sejak merebaknya kerusuhan komunal yang terjadi pada Maret lalu.

Selama beberapa pekan, tidak ada tanda-tanda akan terjadi kerusuhan. Sementara pihak berwenang setempat mengatakan, agar warga untuk tetap tenang dan tidak cemas.

“Tetapi kejadian (kerusuhan) ini berlangsung tanpa disangka. Ketika sekumpulan massa datang, mereka berteriak kepada kami, ‘jangan membela diri, kami hanya akan menghancurkan masjid kalian bukan rumah kalian, kami tidak akan menyakiti kalian’,” ujar Hla Myint, menirukan pelaku penyerangan, seperti dikutip Associated Press, Rabu (1/5/2013).

“Namun pada akhirnya mereka tetap saja menghancurkan rumah kami,” imbuh Hla Myint.

Kerusuhan sudah mereda pada hari ini. Sekira 300 petugas keamanan dikerahkan di wilayah Okkan. Pasar tradisional yang berada di daerah itu ramai dengan warga yang berbelanja, namun tidak tampak kehadiran warga Muslim Myanmar di wilayah tersebut.

Tidak diketahui nasib dari warga yang kehilangan rumah. Beberapa dari mereka hanya bertahan di rumah yang tidak menjadi korban pembakaran, sementara beberapa lainnya hanya bisa bertahan di bawah pohon. Beberapa korban serangan merasa tidak aman dengan kondisi yang mereka alami, tetapi mereka khawatir bila pindah ke tempat lain maka serangan serupa bisa saja terjadi.

Korban kerusuhan mengaku tidak bisa mempercayai polisi dan hanya bisa duduk di pinggiran jalan. Beberapa dari mereka masih tampak terkejut karena rumah mereka hangus terbakar.

Warga mengatakan, sekira 400 warga Budha Myanmar yang bersenjatakan batu dan kayu menyerang Okkan pada Selasa 30 April sore waktu setempat. Mereka mengincar toko dan rumah milik warga Muslim. Sekira 20 polisi kemudian diturunkan untuk melindungi warga Muslim namun hal tidak mampu mencegah amukan massa.

Massa kemudian mengincar dua masjid yang berada di Okkan dan membakarnya. Serangan terhadap masjid itu diawali ketika seorang perempuan tidak sengaja bertabrakan dengan seorang biksu muda dan menjatuhkan mangkuk berisi sedekah.

Sumber