بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Masih ingat sekali petuah orang tua ” gara2 muntung binasa badan ” (arti bhs Banjar : gara2 mulut , binasalah badan )
Petuah Almarhum nenek selalu ku ingat , supaya kita berhati hati dalam berucap , Apabila keliru berkata kata kita dalam murka Allah yang berakhir dengan neraka-Nya.
Astaqfirrullahhalazim …..

Kualitas lisan mencerminkan kualitas iman seseorang .
Dari berbagai tuntunan ini amatlah jelas bahwa perkara lisan ini bukanlah hal yang sederhana.
Bahkan dampak dari penggunaan lisan bisa berdampak pada nasib seseorang kelak di hari kiamat.

Ketika ia menggunakan lisannya dengan baik, niscaya ia akan menuai pahalanya dan menikmati indahnya taman syurga. Namun bila keburukanlah yang sering keluar dari lisan itu, ia pun kelak akan mempertanggung jawabkannya dengan merasakan adzab neraka yang amat pedih.

Begitulah urusan lisan bukan hanya urusan akhlak sesama manusia semata, namun lebih dari itu, ucapan yang keluar dari lisan seseorang mencerminkan keimanan si empunya lisan itu sendiri.

Semua perbuatan itu umumnya datang dari pada lidah , yang lebih berbahaya dari pada mata pedang yang terhunus hingga memungkinkan akibat buruk kepada manusia seluruhnya

Allah dan Rasul- Nya sudah mengingatkan kita agar berhati-hati dalam berucap , Allah Subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kita semua untuk berkata yang benar,

Seperti tertulis dalam firman-Nya :

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab : 70)

“Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka)”,( Muhammad ayat 21 )

“Perkataan yang baik dan pemberian ma’af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasan si penerima).

Ayat ini merupakan anjuran untuk menuturkan kata-kata yang baik dalam melaksanakan kebajikan. Dan digambarkan dalam ayat ini bershodakah merupakan perbuatan kebajikan namun menjadi batal karena dinodai oleh kata-kata yang tidak baik. ( al-Baqarah ayat 263 )

Dan Rasulullah bersabda :

“Kebanyakan dosa anak Adam adalah karena lidahnya.” (Hadis riwayat Tabrani dan Baihaqi)

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah dia berkata dengan perkataan yang baik-baik atau dia berdiam saja. (Hadis riwayat Bukhari)

“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (HR. Al-Bukhari)

“Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (tidak memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf dan nahi munkar serta berdzikir kepada Allah azza wa Jalla (HR. Turmudzi).

Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan luput dari pendengaran Allah.
Tiada satu patah katapun yang diucapkan kecuali pasti memakan waktu.
Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan kecuali dengan sangat pasti harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.

Maka sebaik-baik dan seberuntung-beruntungnya manusia adalah orang yang sangat mampu memperhitungkan dan memperhatikan setiap kata yang diucapkannya.

Alangkah sangat beruntungnya orang yang menahan setiap kata-kata yang diucapkannya,
Alangkah sangat beruntungnya orang yang menahan diri dari kesia-siaan berkata dan menggantinya dengan berdzikir kepada Allah.
Berkata sia-sia mengundang bala, berdzikir kepada Allah mengundang rakhmat.

Sebagai manusia biasa kita memang tidak lepas dari salah ucap , tetapi sebaiknya sekarang setiap perkataan yang akan kita keluarkan haruslah sudah melalui buah pemikiran, sehinga senantiasa terjaga dari fitnah karena setiap ucapan kita membawa makna yang baik.

Yang perlu kita tekankan kali ini adalah menjagalah lidah kita !!!

Berbicaralah yang baik baik saja. jangan menyinggung perasaan ,menghina, dan mencela orang,
karena resikonya kita akan membayar mahal baik di dunia maupun diakhirat kelak .

Sebelum berbicara dipikir lebih dahulu , sebab jika sudah terlanjur berucap sulit untuk memperbaiki atau menarik kembali ucapan kita,

Orang yang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan lawannya.
Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah.

Orang yang banyak bicara bila tidak diimbangi dengan ilmu agama yang baik, akan banyak terjerumus ke dalam kesalahan.

Karena itu Allah dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita lebih banyak diam. Atau kalaupun harus berbicara maka dengan pembicaraan yang baik.

Maka marilah mulai sekarang kita menjaga dan mengelola lisan kita dengan hanya digunakan sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Karena itu, marilah kita menjaganya dan mengunakannya dalam kebaikan, penuh doa dan harapan. Karena segala sesuatu yang kita ucapkan, kelak akan diminta pertanggung jawabannya dihadapan Allah subhana wa Ta’ala.

Semoga Allah meneguhkan kita dalam iman, mengampuni, merahmati, dan menjaga kita dari segala sebab keburukan.

Aamiin ya Robbal ‘alamin….

Wallahu’alam bishshawab, ..

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, …

….. SEMOGA BERMANFAAT …..

– Hak cipta adalah milik Allah SWT semata. Ilmu adalah amanat Allah yang harus disampaikan.

– Kekeliruan tidak lebih dari pada kebodohan saya sebagai penyampai, semoga ampunan Allah Maha Luas.

Sumber